Laman

Senin, 20 Mei 2013

Bordir Produk Unggulan Kota Tasikmalaya


Seni Kerajinan Bordir di Kota Tasikmalaya sudah ada sejak tahun 1980-an, pada awalnya kerajinan bordir masuk ke Kota Tasikmalaya berasal dari orang cina yang menjual tekstil dengan motif dari bordir. Pada mulanya bordir hanya diaplikasikan pada kebaya dan taplak meja. Definisi bordir menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia adalah hiasan jeratan benang pada kain.

Seiring dengan perkembangan zaman dan berkat keuletan serta keapikan masyarakat Kota Tasikmalaya, dan juga kultur masyarakat Kota Tasikmalaya yang religi, seni kerjinan bordir mulai diaplikasikan pada kerudung, tunik, mukena, koko, gamis, hingga busana sehari-hari yang dihisiasi bordiran manarik.

Industri bordir telah lama berkembang di Tasikmalaya khususnya di Desa Tanjung, Cilamajang, Karsamenak, Cibeuti, Talagasari, Karanganyar dan Karikil yang berada di Kecamatan Kawalu. Hampir seluruh desa di Kecamatan Kawalu membuat produk kerajinan bordir khususnya busana muslim. Perkembangan seni kerajinan bordir di Kota Tasikmalaya begitu pesat, sampai saat ini terdapat lebih kurang 1500 unit usaha pada Tahun 2009 dan mampu menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja yang tersebar diseluruh wilayah Kota Tasikmalaya. Tidaklah heran apabila bordir merupakan produk unggulan khas Kota Tasikmalaya dan sudah menjadi icon yang terkenal sampai ke mancanegara.

Produk bordir khas Kota Tasikmalaya sudah merambah ke seluruh pasar yang ada di Indonesia, adapun beberapa pasar besar yang merupakan wilayah pemasaran produk kerajinan bordir Kota Tasikmalaya, yaitu : Pasar Tanah Abang Jakarta, Pasar Baru Trade Center Bandung, Pasar Tegal Gubug Cirebon, Pasar Klewer Solo, Pasar Turi Surabaya, Lampung, Medan, Aceh, Pontianak, Jambi, Bengkulu, Makassar, Manado, Lombok, Bali, bahkan menembus pasar internasional diantaranya, ekspor ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Saudi Arabia, Mesir, Afrika dan juga Australia.








1 komentar: